Perfect Page of Hisyam Mahendra

Acieeh dateng ke thread-ku

Hello guys! Namaku Hisyam Mahendra. Biasa dipanggil Hisyam, Hendra, atau apapun itu lah (aku ga bilang "panggil aja sayang" ya, tapi kalau mau ya gapapa, wkwkwk).

Aku lahir di kota yang lambangnya ikan sura sama buaya. Coba tebak apa hayo? Ah payah masa gatau. Kebetulan lagi aku lahir tanggal 10 November 1996, jadi enak kalau mau traktiran, mesti promo hari pahlawan.

Ohiya, aku anak rantau. Aku masih kuliah di FH UI dan lagi nyiapin skripsi, guys. Doain biar lancar ya, aku ga punya duit buat ngulang semester depan TT

Aku suka banget sama kuliner daerah. Misal nih, lontong kupang, rujak cingur, penyetan (lele, tempe, tahu, telor, ayam apa aja dah pokoknya penyetan). Sekali ngasih aku makan, aku inget-inget terus mukanya.

Tapi aku ga suka sama orang yang keseringan makan junk food. Bukannya malah kelihatan keren, bro, tapi ya mbok kesehatan itu dijaga. Investasi hari tua, lho!

Ohiya, aku mau ngasih tau rahasia. Aku pengidap Gay-Oedipus Complex. Bingung ya? Nanti aku jelasin, deh. Jangan takut temenan sama aku, after all aku normal, kok! ;))

"Kamu harus jadi ayah yang hebat suatu hari nanti."
Begitu kata ayahku saat aku berusia 17 tahun. Tapi, maaf ayah, aku tidak bisa.

Aku dibesarkan tanpa ibu. Selalu ayahku yang merawatku dan memenuhi semua keinginanku. Di saat teman-teman masa kecilku membanggakan ibunya, aku tidak perlu ibu. Ayahku bisa mengurus semuanya.

Namun karena hal itu, tanpa kusadari, aku mulai bergantung pada sosok ayah. Sosok yang tegas dan mampu membuatku merasa aman. Dan ketika aku menyadarinya, aku tahu dengan benar bahwa ini salah.

Tapi... bagaimana jika aku benar-benar membutuhkan sosok seperti ayah selama hidupku?